
Film Sebelum Dijemput Nenek adalah salah satu rilisan film Indonesia yang paling dinanti pada awal tahun 2026. Diproduksi oleh Rapi Films bersama Sky Media dan Legacy Pictures, karya ini menyuguhkan perpaduan genre horor dan komedi yang segar serta mudah dicerna penonton dari berbagai usia.
Disutradarai oleh Fajar Martha Santosa, yang juga menulis naskah bersama Sandi Paputungan, film ini menawarkan pengalaman sinematik berbeda. Cerita tidak hanya menakutkan, tetapi juga menyelipkan humor ringan yang menyegarkan suasana layar lebar di awal 2026.
Sinopsis Cerita yang Unik dan Menghibur
Hestu (diperankan Angga Yunanda) dan Akbar (diperankan Dodit Mulyanto) adalah dua saudara kembar yang memiliki jalan hidup sangat berbeda. Hestu memilih merantau ke kota besar, meninggalkan kampung dan nenek mereka. Sementara Akbar tetap tinggal di desa untuk merawat nenek yang sudah tua.
Hubungan mereka merenggang sampai suatu hari Hestu mengucapkan sumpah, bahwa ia tidak akan pulang sampai sang nenek meninggal dunia. Tak disangka, sumpah itu menjadi kenyataan. Nenek mereka meninggal pada hari keramat yang penuh mitos lokal. Kepercayaan turun-temurun mengatakan bahwa jiwa yang wafat pada waktu tertentu akan gentayangan sampai ada yang menemaninya ke alam baka.
Setelah kematian nenek itu, arwahnya benar-benar muncul dan mulai “menjemput” kedua cucunya. Teror mulai menghantui mereka, bukan hanya dalam bentuk hantu menyeramkan tetapi juga kekacauan yang tak terduga. Untuk mengatasi situasi ini, Hestu dan Akbar berusaha mencari cara agar arwah nenek bisa tenang, termasuk memanggil Ki Mangun, seorang dukun dengan tingkah lucu serta bantuan karakter lain seperti Kotrek dan Nisa.
Para Pemeran dan Karakter yang Mengesankan
Film ini dibintangi sejumlah aktor dan komika populer yang berhasil membawa karakter-karakter mereka menjadi hidup:
- Angga Yunanda sebagai Hestu, kakak yang merantau dan harus menghadapi konsekuensi sumpahnya.
- Dodit Mulyanto sebagai Akbar, saudara kakak yang menjalani hidup di desa dan berjuang menghadapi teror arwah.
- Nopek Novian, Oki Rengga, Wavi Zihan, Sri Isworowati serta aktor pendukung lainnya menghadirkan bumbu komedi sekaligus ketegangan.
Proses syuting menyisakan kesan mendalam bagi pemain. Misalnya, Sri Isworowati harus menjalani makeup prostetik selama berjam-jam tiap hari agar tampil sebagai nenek yang tepat dalam film ini, yang menurutnya merupakan pengalaman unik dan menantang.
Pendekatan Genre: Tak Sekadar Menakutkan
Film ini menonjol karena bukan horor murni yang hanya membuat penonton takut. Sebelum Dijemput Nenek memakai pendekatan horor ringan yang diselingi komedi karakter sehingga adegan menegangkan tidak membuat penonton merasa kelelahan secara emosional. Humor dialirkan secara natural dari karakter dan situasi yang mereka hadapi.
Sutradara Fajar Martha Santosa menegaskan bahwa tujuan pembuatan film adalah memberi pengalaman yang tidak hanya menakutkan tetapi juga menghibur sekaligus dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Pendekatan ini membuat film relevan bagi penonton yang mencari tontonan santai bersama keluarga atau sahabat.
Rilis dan Tanggapan Penonton
Film ini resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 22 Januari 2026 dan sudah dimainkan di jaringan bioskop besar termasuk Cinema 21, XXI, Cinepolis, CGV, dan lainnya.
Sejumlah penonton memberi penilaian positif terhadap film ini, mengapresiasi bagaimana film mampu berpindah dari ketegangan ke momen lucu dengan ritme yang pas. Banyak juga yang memuji interaksi para pemeran utama yang terasa alami serta ide cerita yang membawa unsur lokal kuat tanpa membuatnya terlalu berat.
Elemen Budaya dan Mitos Lokal yang Dibangun
Unsur budaya lokal sangat terasa lewat cerita film ini. Adegan-adegan yang berkaitan dengan hari keramat, mitos arwah yang datang kembali, serta ritual yang dilakukan oleh karakter dukun menambah kedalaman cerita sekaligus membuatnya terasa dekat dengan tradisi yang sering ditemui di Indonesia.
Evaluasi Singkat
Kekuatan utama Sebelum Dijemput Nenek terletak pada kombinasi horor dan komedi yang seimbang. Bukan hanya menonjolkan ketakutan, tetapi juga memanfaatkan momen lucu untuk meredakan ketegangan. Plot yang berakar pada konflik keluarga memberi nilai emosional yang bisa memancing empati penonton.
Kesimpulan: Patut Ditonton di Awal 2026
- Sebelum Dijemput Nenek* berhasil menghadirkan genre horor komedi yang relevan untuk kondisi hiburan di awal tahun 2026. Plot yang dekat dengan pengalaman keluarga dan mitos lokal membuatnya lebih dari sekadar film hantu biasa.
Jika kamu penggemar film Indonesia yang ingin merasakan ketegangan sekaligus tawa, film ini layak dimasukkan ke daftar tontonanmu. Dengan karakter kuat, pemain yang solid, serta pendekatan cerita yang menyegarkan, Sebelum Dijemput Nenek menjadi salah satu film 2026 yang patut diulas lebih dalam oleh penikmat film tanah air.
Ikuti terus Update Film untuk semua info terbaru, sinopsis lengkap, dan rekomendasi tontonan terbaik 2026
Baca Juga Para Perasuk (2026) – Film Indonesia yang Menggema di Dunia Internasional
